Page 119 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 119

Krisis  dalam  partisipasi  politik  rakyat  terjadi  karena  terbatasnya
                  kesempatan atau kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan
                  politik. Secara lebih rinci, rendahnya partisipasi politik ini disebabkan
                  oleh:  (a)  Rendahnya  tingkat  pendidikan  yang  mengurangi  aktifitas
                  politik masyarakat; (b) Ketidakmampuan ekonomi masyarakat; dan (c)
                  Tidak cukupnya ruang bagi partisipasi politik masyarakat yang diakui
                  oleh  Pemerintah.  Kemunculan  penguasa  di  dalam  demokrasi
                  tercermin  dalam  meningkatnya  dominasi  "dinasti  politik"  yang
                  menguasai     berbagai   aspek    kehidupan     masyarakat,    seperti
                  pemerintahan,  lembaga  perwakilan,  bisnis,  peradilan,  dan  lainnya,
                  oleh  satu  keluarga  atau  sekelompok  orang  yang  memiliki  koneksi.
                  Selain  itu,  terdapat  masalah  dalam  demokrasi  saat  ini,  di  mana
                  kedaulatan  rakyat  tereduksi  akibat  munculnya  kenyataan  bahwa
                  setelah  runtuhnya  struktur  kekuasaan  "otokrasi,"  yang  muncul
                  bukanlah demokrasi, melainkan oligarki di mana kekuasaan terpusat
                  pada  segelintir  elit,  sementara  sebagian  besar  masyarakat  tetap
                  terpinggirkan  dari  sumber-sumber  kekuasaan  seperti  keuangan,
                  hukum, informasi, pendidikan, dan lainnya.

                  Oleh karena itu, ada sejumlah pertanyaan yang muncul dalam pikiran
                  kita, seperti:
                   1.  Mengapa  kekuasaan  politik  formal  dikuasai  oleh  sekelompok
                      individu  atau  partai  politik  tertentu  yang,  melalui  Pemilu,
                      memiliki  wewenang  untuk  memanfaatkan  suara  rakyat  guna
                      memperoleh kursi di Parlemen?
                   2.  Bagaimana  bisa  terjadi  situasi  di  mana,  melalui  Parlemen,
                      kelompok  elit  dapat  mengklaim  mewakili  suara  rakyat  untuk
                      melaksanakan  agenda  politik  mereka  sendiri,  yang  sering  kali
                      bertentangan dengan kepentingan sebenarnya masyarakat?
                   3.  Mengapa  individu  yang  memiliki  kekuasaan  karismatik  yang
                      berakar  dari  tradisi  atau  agama  tertentu  masih  bisa
                      mempengaruhi  loyalitas  dan  emosi  rakyat,  bahkan  menjadi
                      korban untuk tujuan yang tidak selalu jelas di era demokrasi saat
                      ini?
                   4.  Mengapa  sejumlah  kecil  elit  di  tingkat  daerah  dapat  memiliki
                      wewenang, baik secara resmi maupun tidak resmi, yang mereka
                      gunakan  untuk  mengklaim  mewakili  aspirasi  daerah  demi
                      kepentingan pribadi mereka sendiri?

                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     117
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124