Page 114 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 114
operasional tentang isu-isu yang berkaitan dengan interaksi antara
hakikat, alat, dan praktik demokrasi di Indonesia yang berdasarkan
Pancasila dan UUD NRI 1945 sebagai sarana kolektif dalam
penyelenggaraan negara yang adil dan sejahtera.
6.2. Menelusuri Konsep dan Urgensi Demokrasi yang
Bersumber dari Pancasila
6.2.1. Apa Demokrasi Itu?
Demokrasi dalam pemikiran sederhana sering tercermin dalam
ungkapan, cerita, atau mitos. Sebagai contoh, masyarakat
Minangkabau mengapresiasi tradisi demokrasi mereka melalui
ungkapan, "Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat." Di sisi lain,
masyarakat Jawa secara tidak langsung merujuk pada gagasan
demokrasi dengan cara berjemur di depan keraton ketika mereka
ingin mengemukakan masalah mereka kepada Raja. Terdapat juga
interpretasi dari cerita wayang yang mengaitkan Gelung Mangkara
Unggul, mahkota yang dikenakan oleh tokoh seperti Bima atau
Werkudara, dengan gagasan bahwa rakyat yang berada di belakang
adalah yang sebenarnya kuat atau berkuasa.
Bagaimana Anda mendefinisikan demokrasi? Secara etimologis,
demokrasi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu "demos" dan
"kratein". Anda mungkin sudah mengenal kata ini dari pendidikan
awal Anda. Silakan sampaikan pemahaman Anda tentang istilah ini
berdasarkan pengetahuan awal Anda. Apakah ada perbedaan
pandangan di antara Anda?
Selanjutnya, apa pandangan para ahli tentang demokrasi? Dalam "The
Advanced Learner's Dictionary of Current English,” demokrasi
dijelaskan sebagai: (1) negara dengan prinsip pemerintahan di mana
semua warga dewasa berbagi melalui wakil terpilih mereka; (2) negara
dengan pemerintahan yang mendorong dan mengizinkan hak-hak
kewarganegaraan seperti kebebasan berbicara, beragama,
berpendapat, berserikat, menegakkan aturan hukum, aturan mayoritas
yang disertai dengan penghormatan terhadap hak-hak minoritas. (3)
masyarakat di mana saling perlakuan sebagai sesama warga negara
yang setara.
Dari definisi tersebut, demokrasi merujuk pada konsep negara atau
masyarakat di mana warganegara dewasa berpartisipasi dalam
Pendidikan Kewarganegaraan 112

