Page 117 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 117
Demokrasi Indonesia memiliki karakteristik khusus sebagai negara
demokrasi. Menurut Budiardjo dalam bukunya yang berjudul "Dasar-
Dasar Ilmu Politik" (2008), demokrasi di Indonesia berdasarkan
Pancasila dan terus berkembang dengan berbagai tafsiran dan
pandangan (Budiardjo, 2008). Meskipun ada variasi dalam
interpretasi, nilai-nilai dasar demokrasi konstitusional tercermin
dalam UUD NRI 1945. Namun, demokrasi berdasarkan Pancasila dan
demokrasi konstitusional memiliki perbedaan tertentu. Untuk
memahami perbedaan ini lebih lanjut, Anda bisa mencari berbagai
pandangan tentang Demokrasi Pancasila dan Demokrasi
Konstitusional.
Sebelum munculnya istilah "demokrasi Pancasila," bangsa Indonesia
sudah memiliki tradisi demokrasi. Menurut Drs. Mohammad Hatta,
yang dikenal sebagai Bapak Demokrasi Indonesia, bangsa Indonesia
sudah mengenal tradisi demokrasi jauh sebelum kemerdekaan, yaitu
demokrasi desa. Demokrasi desa adalah demokrasi asli Indonesia
yang dicirikan oleh tiga elemen utama: pertemuan, protes massal, dan
gotong royong. Tiga elemen ini menjadi dasar bagi perkembangan
demokrasi modern di Indonesia. Demokrasi modern di Indonesia
mengejar "daulat rakyat" yang mencakup kekuasaan dalam politik,
ekonomi, dan sosial.
Untuk lebih memahami pemikiran demokrasi Indonesia yang
dikemukakan oleh Moh. Hatta, Anda dapat mencari pendapat atau
pandangan dari sumber terpercaya. Dalam kelompok, selidiki
pemikiran Moh. Hatta tentang demokrasi dan buatlah simpulan dari
hasil penelusuran tersebut. Bagaimana Anda merangkum pandangan
Moh. Hatta tentang demokrasi?
6.2.4. Pentingnya Demokrasi sebagai Sistem Politik
Kenegaraan Modern
Mengapa demokrasi dipilih sebagai metode pemerintahan untuk
mencapai tujuan negara, seperti kesejahteraan? Demokrasi sebagai
bentuk pemerintahan pertama kali muncul dalam sejarah di Yunani
Kuno. Namun, dalam konteks awalnya, demokrasi ini hanya
memberikan hak politik kepada minoritas laki-laki dewasa.
Pemikir-pemikir Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles tidak
melihat demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang ideal. Mereka
Pendidikan Kewarganegaraan 115

