Page 171 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 171

9.4.   Sumber-Sumber Teori Ketahanan Nasional dan Bela
                        Negara

                  Secara  sejarah,  gagasan  tentang  ketahanan  nasional  bermula  pada
                  awal  1960-an  di  kalangan  militer  angkatan  darat  di  SSKAD  yang
                  sekarang  dikenal  sebagai  SESKOAD.  Pada  masa  itu,  pengaruh
                  komunisme  dari  Uni  Sovyet  dan  Cina  mulai  merambah  ke  berbagai
                  wilayah,  termasuk  Indo  Cina,  yang  menyebabkan  beberapa  negara
                  seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja berubah menjadi negara komunis.
                  Di tahun 1960-an, gerakan komunis juga muncul di Filipina, Malaysia,
                  Singapura,  dan  Thailand.  Bahkan,  Indonesia  sendiri  menghadapi
                  pemberontakan  komunis  pada  tanggal  30  September  1965,  yang
                  akhirnya dapat dipadamkan (Sudarso, 2010).
                  Keberhasilan  Indonesia  dalam  menghadapi  ancaman  komunis  ini
                  mengilhami  para  pemimpin  negara,  terutama  mereka  yang  berasal
                  dari  kalangan  militer,  untuk  mencari  penjelasan  mengapa  Indonesia
                  bisa  tetap  bertahan  sementara  banyak  negara  lain  jatuh  ke  tangan
                  komunis.  Jawaban  yang  muncul  adalah  bahwa  Indonesia  memiliki
                  ketahanan  nasional,  khususnya  dalam  hal  ideologi.  Pengalaman  ini
                  menjadi pemicu pemikiran mengenai pentingnya ketahanan nasional
                  sebagai konsep yang harus dikembangkan lebih lanjut.

                  Pemikiran ini semakin diperkuat setelah berhasil mengatasi Gerakan
                  30 September/PKI. Pada tahun 1968, konsep tersebut diteruskan oleh
                  Lemhanas  (Lembaga  Pertahanan  Nasional)  dengan  istilah  "kekuatan
                  bangsa."  Pemikiran  Lemhanas  pada  tahun  1968  ini  berkembang
                  menjadi konsep ketahanan nasional yang mencakup ideologi, politik,
                  ekonomi,  sosial,  dan  militer  sebagai  unsur-unsur  utamanya.  Pada
                  tahun  1969,  istilah  "Ketahanan  Nasional"  mulai  digunakan,  yang
                  intinya  mengacu  pada  ketahanan  dan  daya  tahan  suatu  bangsa
                  menghadapi  berbagai  ancaman.  Kesadaran  akan  berbagai  macam
                  ancaman  ini  kemudian  diperluas  pada  tahun  1972  untuk  mencakup
                  ancaman,  tantangan,  hambatan,  dan  gangguan  (ATHG).  Akhirnya,
                  pada tahun 1972, konsep ketahanan nasional yang diperbaharui secara
                  resmi  dimasukkan  ke  dalam  GBHN  melalui  Tap  MPR  No
                  IV/MPR/1978.

                  Dengan  perkembangan  ini,  kita  mengenali  tiga  konsep  ketahanan
                  nasional yang berbeda: konsepsi tahun 1968, konsepsi tahun 1969, dan

                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     169
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176