Page 93 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 93
Untuk lebih memahami bagaimana hubungan warga negara dengan
negara bersifat timbal balik atau resiprokalitas, kita dapat memeriksa
naskah UUD NRI Tahun 1945 dan mencari pasal-pasal yang
mencakup aturan dasar tentang hak serta aturan dasar tentang
kewajiban warga negara. Sebagai contoh, hak warga negara untuk
mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 Ayat
2, UUD 1945) membawa kewajiban bagi negara untuk memberikan
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi warga negara. Untuk
mewujudkan pemenuhan hak ini, pemerintah setiap tahun membuka
lowongan pekerjaan di berbagai bidang dan memberikan subsidi
kepada rakyat.
Untuk menjalankan kewajiban-kewajiban yang diberlakukan negara,
berbagai kebijakan dan peraturan diterapkan dan menjadi tanggung
jawab warga negara untuk mematuhinya. Salah satu contoh kewajiban
utama saat ini adalah kewajiban membayar pajak, sesuai dengan Pasal
23A dalam UUD 1945. Hal ini disebabkan oleh peran krusial pajak
sebagai sumber utama pendapatan negara dalam mendukung
pengeluaran dan pembangunan. Tanpa sumber pendapatan pajak
yang substansial, kemampuan negara dalam membiayai pengeluaran
akan terbatas. Pajak, saat ini, berkontribusi sekitar 74,63% dari total
pendapatan negara. Oleh karena itu, membayar pajak adalah salah
satu contoh kewajiban warga negara yang sangat relevan dalam
konteks pembangunan seperti sekarang.
Dengan penerimaan pendapatan pajak dari warga negara, pemerintah
juga dapat memenuhi hak-hak warga negara, termasuk hak untuk
mendapatkan penghidupan yang layak.
Apakah kesimpulan Anda terkait perumusan dalam pasal-pasal
Konstitusi UUD NRI 1945 yang mencakup aturan dasar tentang hak
dan kewajiban? Apakah benar bahwa masyarakat Indonesia mengakui
keberadaan keseimbangan antara hak dan kewajiban?
5.3. Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik
tentang Harmoni Kewajiban dan Hak Negara dan
Warga Negara Indonesia
5.3.1. Sumber Historis
Dalam sejarahnya, perjuangan untuk mengakui dan menegakkan hak
asasi manusia pertama kali muncul di dunia Barat, terutama di Eropa.
Pendidikan Kewarganegaraan 91

