Page 88 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 88

musyawarah  untuk  mufakat.  Anda  juga  diharapkan  mampu
                  menerapkan  harmoni  antara  kewajiban  dan  hak  negara  serta  warga
                  negara  dalam  kerangka  kehidupan  demokrasi  Indonesia  yang
                  berpusat  pada  kedaulatan  rakyat  dan  musyawarah  untuk  mufakat.
                  Selain itu, Anda diharapkan dapat menjalankan proyek belajar tentang
                  kewarganegaraan  yang  fokus  pada  pemahaman  esensi  dan  urgensi
                  kewajiban  dan  hak  negara  serta  warga  negara  dalam  konteks
                  kehidupan  demokrasi  Indonesia  yang  berpusat  pada  kedaulatan
                  rakyat dan musyawarah untuk mufakat.

                  5.2.  Menelusuri Konsep dan Urgensi Harmoni
                        Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara
                  Dalam warisan budaya Indonesia yang telah berlangsung sejak zaman
                  dahulu,  terutama  ketika  wilayah  Nusantara  ini  diperintah  oleh  para
                  raja,  kita  lebih  cenderung  mengenal  konsep  kewajiban  daripada
                  konsep  hak.  Konsep  kewajiban  senantiasa  menjadi  dasar  aksiologis
                  dalam hubungan antara rakyat dan penguasa. Rakyat diharuskan taat
                  kepada  perintah  raja  tanpa  ragu  sebagai  bentuk  penghambaan  total.
                  Sama  halnya,  selama  masa  penjajahan  di  Nusantara,  baik  selama
                  penjajahan  Belanda  yang  berlarut-larut  maupun  masa  pendudukan
                  Jepang yang singkat, paradigma politik di wilayah jajahan mendorong
                  pemahaman  yang  lebih  kuat  terhadap  aspek  kewajiban  sebagai
                  postulat  ide  dalam  praktik  kehidupan  politik,  ekonomi,  dan  budaya
                  sosial.  Seiring  berjalannya  waktu,  terbentuklah  mekanisme  yang
                  mempromosikan konsep ini dalam tradisi budaya Nusantara, bahkan
                  dalam  tradisi  Jawa,  di  mana  konsep  kewajiban  telah  tertanam  kuat
                  dan  diskursus  hak  masih  asing.  Istilah  "kewajiban"  jauh  lebih  akrab
                  dalam  dinamika  budaya  mereka.  Untuk  lebih  mendalaminya,  Anda
                  dapat  mencari  bukti-bukti  ini  dalam  buku-buku  sejarah  yang
                  membahas kehidupan kerajaan-kerajaan di Nusantara.
                  Meskipun  demikian,  dalam  sejarah  Jawa,  kita  selalu  menyaksikan
                  munculnya  pemberontakan  petani,  perjuangan  kemerdekaan,  atau
                  protes  dari  warga  biasa  melawan  para  pemimpin  mereka  dan
                  penguasa  kolonial  (Hardiman,  2011).  Tindakan-tindakan  perjuangan
                  emansipatoris  ini  kadang-kadang  didokumentasikan  oleh  Multatuli
                  dalam  bukunya,  "Max  Havelaar,"  yang  jelas  lahir  dari  tuntutan  hak-
                  hak  mereka.  Namun,  tidak  hanya  itu,  ide  tentang  Ratu  Adil  juga



                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     86
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93