Page 91 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 91
pendidikan saat ini? Apakah pendidikan kita sudah mencapai
tujuan ini?
John Stuart Mill berpendapat bahwa curiga berlebihan tanpa dasar,
terutama jika diungkapkan secara kasar, bukanlah tindakan yang
pantas dalam masyarakat yang beradab. Bagaimana pendapat Anda
mengenai pandangan ini?
Berdasarkan konsep tersebut, jika hanya menekankan hak dan
mengabaikan kewajiban, maka akan menimbulkan sejumlah masalah.
Apa saja permasalahan yang mungkin muncul? Apakah hal tersebut
berdampak negatif pada solidaritas dalam masyarakat? Apakah hak
individu dapat mengungguli kepentingan kolektif masyarakat?
Apakah hal itu bisa menghambat kemajuan dalam kehidupan sosial?
Apakah hal itu bisa memicu individualisme yang berlebihan? Padahal,
manusia adalah bagian dari masyarakat dan tidak boleh dipisahkan
dari akar sosialnya. Manusia hanya dapat mencapai potensinya yang
sejati dalam konteks masyarakat. Dalam sejarah peradaban manusia,
inovasi seringkali muncul ketika individu-individu berinteraksi satu
sama lain dalam konteks sosial. Sebagai contoh, roda pertama kali
ditemukan di Mesopotamia, yaitu dalam bentuk roda pembuat
tembikar di Ur pada tahun 3500 SM. Kemudian, penggunaan roda
untuk menarik kereta kuda ditemukan di selatan Polandia pada tahun
3350 SM. Awalnya, roda terbuat dari cakram kayu yang dilubangi
untuk as. Celtic kemudian memperkenalkan penggunaan pelek besi
pada roda, yang modelnya bertahan hingga tahun 1870-an sebelum
ditemukannya ban angin dan ban kawat. Sampai saat ini, roda tetap
digunakan secara luas dalam berbagai konteks, mulai dari sepeda
hingga turbin pesawat.
Muncul pertanyaan, apakah mengakui hak-hak manusia berarti
menolak masyarakat? Mengakui hak-hak manusia tidak berarti
menolak masyarakat atau menggantikan masyarakat dengan
sekumpulan individu yang tidak memiliki hubungan satu sama lain.
Yang ditolak dengan penerimaan hak-hak manusia adalah
totaliterisme, yaitu pandangan bahwa negara memiliki kuasa absolut
atas warganya. Konsep ini pernah dianut oleh negara Fasis Jerman di
bawah kepemimpinan Hitler dan Italia di bawah Musolini, di mana
negara memiliki kendali mutlak atas seluruh warga negara, serta
Pendidikan Kewarganegaraan 89

