Page 132 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 132
perwakilan yang mewakili aspirasi rakyat, juga ada DPD sebagai
lembaga yang menampung aspirasi dari berbagai daerah. Ini adalah
dinamika yang mempengaruhi perkembangan lembaga perwakilan
dan perundingan di negara kita, yang secara langsung memengaruhi
kesehatan dan dinamisme Demokrasi Pancasila. Tentunya, dinamika
ini diharapkan akan membawa manfaat dalam menguatkan
demokrasi menuju kedewasaan yang lebih baik (maturation
democracy). Ini adalah peluang dan juga tantangan bagi semua
elemen masyarakat.
Apa yang bisa Anda, sebagai intelektual muda yang mewarisi
semangat perjuangan bangsa, lakukan untuk memastikan bahwa
proses konsolidasi demokrasi berhasil menghasilkan demokrasi yang
matang?
6.6. Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Demokrasi
Pancasila
6.6.1. Kehidupan Demokratis yang Bagaimana yang Kita
Kembangkan?
Selain memiliki sifat yang umum dan diterima oleh seluruh bangsa
beradab di seluruh dunia, demokrasi juga memiliki karakteristik yang
unik di setiap negara, sering kali bergantung pada ideologi masing-
masing. Demikian halnya dengan demokrasi di Indonesia, yang tidak
hanya memiliki ciri universal, tetapi juga mengadaptasi karakteristik
khusus yang sesuai dengan budaya Pancasila.
Karena demokrasi di Indonesia berakar pada budaya bangsa, prinsip-
prinsip demokratis yang kita kembangkan harus selalu merujuk pada
dasar ideal Pancasila dan dasar konstitusional dalam UUD NRI Tahun
1945. Dalam hal ini, kita dapat mencermati "Sepuluh Pilar Demokrasi
Pancasila" yang ditekankan oleh para perancang negara Indonesia,
sebagaimana yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945.
Konsep dan norma-norma demokrasi kita sangat memikat, bukan?
Tentu saja, semua orang berharap agar praktiknya sejalan dengan
idealisme dan normanya. Namun, dalam kenyataannya, sering kali
terdapat kesenjangan dan bahkan penyimpangan yang signifikan.
Yang paling penting adalah kita harus memahami faktor-faktor
Pendidikan Kewarganegaraan 130

