Page 55 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 55

yang diatur dalam UUM yang baru yakni Pasal 46 Undang – Undang
                  Nomor 20 Tahun 2016.

                  Integrasi  nasional  lebih  menyoroti  terhadap  proses  penyatuan
                  individu  dari  beragam  wilayah  yang  memiliki  perbedaan  dalam  hal
                  etnis, sosial-budaya, atau latar belakang ekonomi. Integrasi ini terjadi
                  karena adanya pengalaman sejarah dan politik yang relatif serupa di
                  antara  mereka.  Hasil  akhir  dari  proses  ini  adalah  pembentukan  satu
                  entitas  bangsa  yang  merasa  memiliki  kesamaan  dalam  pengalaman
                  sejarah dan politik mereka.
                  Dalam konteks ini, integrasi nasional tidak hanya melibatkan aspek-
                  aspek  seperti  bahasa,  budaya,  dan  nilai-nilai  bersama,  tetapi  juga
                  mengacu pada pengalaman bersama yang telah membentuk identitas
                  nasional.  Pandangan  ini  menggambarkan  pentingnya  faktor-faktor
                  sejarah  dan  politik  dalam  proses  integrasi  nasional,  yang
                  memengaruhi bagaimana individu dari berbagai latar belakang dapat
                  merasa  sebagai  bagian  dari  satu  bangsa  yang  lebih  besar.  Dalam
                  lingkup nasional, integrasi nasional dibagi menjadi tiga jenis (Arfani,
                  2001), yaitu:


                  3.2.1.  Integrasi Sosial
                  Integrasi  Sosial  mengacu  pada  proses  sosial  dan  budaya  yang
                  memungkinkan       imigran    atau    kelompok     minoritas   untuk
                  menyesuaikan  diri  dengan  masyarakat  tuan  rumah.  Integrasi  sosial
                  mencakup  aspek-aspek  seperti  bahasa,  budaya,  norma  sosial,  dan
                  nilai-nilai  yang  memungkinkan  imigran  merasa  menjadi  bagian  dari
                  masyarakat yang lebih besar.

















                                       Gambar III.1 Integrasi Sosial



                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     53
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60