Page 69 - Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan
P. 69

tata  tertib  masyarakat.  Mereka  juga  bertanggung  jawab  untuk
                      menegakkan hukum dan memberikan sanksi kepada mereka yang
                      melanggar aturan tersebut. Ini membantu menciptakan kerangka
                      kerja yang setara bagi semua warga negara. Pentingnya lembaga-
                      lembaga  politik  dan  pemerintahan  yang  kuat  dan  berfungsi
                      dengan  baik  dalam  mewujudkan  perilaku  integratif  tidak  bisa
                      dilebih-lebihkan.  Mereka  membantu  menciptakan  struktur  dan
                      aturan  yang  memungkinkan  berbagai  kelompok  masyarakat
                      bekerja  bersama  secara  teratur  dan  sistematis  untuk  mencapai
                      tujuan bersama yang lebih besar.

                  3.6.2.  Tantangan dalam membangun integrasi
                  Membangun  integrasi  merupakan  suatu  proses  yang  tidak  selalu
                  mudah  dan  seringkali  dihadapkan  pada  berbagai  tantangan.
                  Tantangan  dalam  membangun  integrasi  dapat  bervariasi  tergantung
                  pada  konteksnya,  tetapi  beberapa  tantangan  umum  yang  sering
                  dihadapi meliputi dimensi vertical dan horizontal.

                  Dalam dimensi horizontal, Santoso et al. (2023) menyebutkan bahwa
                  hambatan  terbesar  dalam  upaya  mencapai  integrasi  nasional  di
                  Indonesia  adalah  perpecahan  yang  berakar  pada  perbedaan  suku,
                  agama, ras, dan geografi. Adanya perbedaan suku: Indonesia memiliki
                  beragam  kelompok  etnis  atau  suku  bangsa  yang  tersebar  di  seluruh
                  kepulauan.  Setiap  suku  memiliki  budaya,  bahasa,  dan  tradisi  yang
                  unik.  Kadang-kadang,  perbedaan  ini  dapat  menciptakan  persaingan,
                  ketidaksetujuan, atau bahkan konflik, terutama dalam hal pemenuhan
                  kepentingan  etnis  tertentu.  Disamping  itu,  Indonesia  juga  memiliki
                  keragaman  agama,  dengan  mayoritas  penduduk  beragama  Islam,
                  tetapi juga ada pemeluk agama Kristen, Hindu, Buddha, dan agama-
                  agama  lainnya.  Tantangan  muncul  ketika  perbedaan  agama  ini
                  memengaruhi tindakan sosial, politik, dan budaya, dan bisa memicu
                  konflik antaragama.

                  Dalam  hal  perbedaan  ras  dan  geografi,  konsep  ras  seperti  yang
                  ditemukan di negara-negara lain mungkin tidak menjadi faktor utama
                  dalam  perpecahan.  Namun,  perbedaan  warna  kulit  atau  ciri  fisik
                  tertentu dapat memengaruhi persepsi sosial dan memicu diskriminasi.
                  Begitu  pula  dengan  kepulauan  Indonesia  yang  luas  menciptakan
                  perbedaan geografis yang signifikan. Perbedaan ini mencakup kondisi

                   Pendidikan Kewarganegaraan                                     67
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74